Rabu, 24 Februari 2010

manajemen strategik

MANAJEMEN STRATEGIK
Tinjauan Selintas
Ruang Lingkup Bahasan
Evolusi disiplin ilmu manajemen strategik
Pandangan pandangan para ahli

Kebijakan Perusahaan
Strategi merupakan kerja kolektif
Pimpinan puncak bertanggung jawab atas keputusan strategis
Budaya perusahaan menjadi acuan seluruh komunitas
Tingkat ketaatan karyawan pada aturan menjadi ukuran adanya budaya
Wawasan Stakeholders
Tingkat kedekatan stakeholder bergantung kepedulian dan andil tiap elemen
Tidak ada pilihan untuk keluar dari lingkungan yang telah tercipta
Apa pun resikonya setiap orang harus menjatuhkan keberpihakannya pada kelompok mana yang dikehendaki
Bottom-up dan top-down merupakan pilihan yang harus dijatuhkan
Compeny tidak bisa lagi mendikte kemauannya pada konsumen dan suplayer
Analisis Lingkungan Makro
Perubahan lingkungan bisnis yang tdk bisa dikontrol
Perkembangan teknologi yang setiap saat mengejutkan
Tensi politik yang berubah setiap pergantian kepemimpinan
Tumbuhnya blok-blok negara di berbagai kawasan dalam rangka proteksi kepentingan
Keunggulan dan kelemahan fortofolio
Analisis fortofolio mendorong manajemen puncak untuk mengevaluasi tiap bisnis yang akan dipertahankan.
Analisis fortofolio mendorong peggunaan data eksternal untuk melengkapi penilaian manajemen.
Analisis fortofolio memunculkan hal mengenai ketersediaan aliran kas untuk ekspansi dan pertumbuan.
Representasi grafisnya mempermudah intrepretasi dan komunikasi.
Faktor pembeda perusahaan pada pentahapan dan evolusinya
Pembentukan/membangun problem-problem utamanya.
Bertahan hidup dan tumbuh berkembang dengan menghadapi masalah-masalah operasi jangka pendek.
Bertumbuh rasionalisasi dan ekspansi guna memperoleh sumberdaya,memberi perhatian lebih pada masalah yang berhubungan dengan produk.
Melepaskan kembali atas manajemen dan investasi serta pengawasan yang lebih luas,peningkatan investasi dan diversifikasi sumberdaya manusia.


by. google

Minggu, 21 Februari 2010

Manfaat buah srikaya

Srikaya termasuk pohon buah-buahan kecil yang tumbuh di tanah berbatu, kering, dan terkena cahaya matahari langsung. Tumbuhan yang asalnya dari Hindia Barat ini akan berbuah setelah berumur 3-5 tahun. Srikaya sering ditanam di pekarangan, dibudidayakan, atau tumbuh liar, dan bisa ditemukan sampai ketinggian 800 m dpi.

Perdu atau pohon kecil ini mempunyal tinggi 2-5 m, kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Daun bertangkai, kaku, ietaknya berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkai runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Bunga 2-4 kuntum (berhadapan), keluar dan ujung tangkai atau ketiak daun, warnanya hijau kuning. Buahnya buah semu, bentuk bola atau kerucut, permukaan berbenjol-benjol, warnanya hijau berserbuk putih, penampang 5-10 cm, jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan lainnya. Warnanya hijau kebiru-biruan. Daging buah berwarna putih, rasanya manis. Biji masak berwarna hitam mengilap.
Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat antiradang, antidepresi. Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing usus (antheimintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses.

Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum. Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit.

Kandungan Kimia
Akar dan kulit kayu mengandung flavonoida, borneol, kamphor, terpene, dan alkaloid anonain. Di samping itu, akarnya juga mengandung saponin, tanin, dan polifenol. Biji mengandung minyak, resin, dan bahan beracun yang bersifat iritan. Buah mengandung asam amino, gula buah, dan mucilago. Buah muda mengandung tanin.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

Indikasi
Daun digunakan untuk mengatasi:
batuk, demam, reumatik,menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi,diane, disentri, rectal prolaps pada anak-anak,cacingan, kutu kepala,
pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.

Biji digunakan untuk mengatasi:
pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga.

Buah muda digunakan untuk mengatasi:
diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia).

Akar digunakan untuk mengatasi:
sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung.
Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: diare, disentri, dan luka berdarah.


by google