Rabu, 14 April 2010
sholat tahajud
Berbahagialah Anda yang rajin shalat tahajjud. Di satu sisi pundi-pundi pahala Anda kian bertambah, di sisi lain, Anda pun bisa memetik keuntungan jasmaniah. Insya Allah, Anda bakal terhindar dari pelbagai penyakit .Itu bukan ungkapan teoritis semata, melainkan sudah diuji dan dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Penelitinya dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Mohammad Sholeh, dalam usahanya meraih gelar doktor. Sholeh melakukan penelitian terhadap para siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya yang secara rutin memang menunaikan shalat tahajjud.KetenanganShalat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, kata Sholeh, bisa mendatangkan Ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup.Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental seperti Stres maupun Depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastasis (penyebaran sel kanker). Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus bioritmik manusia) yang ditandai dengan peningkatan Hormon Kortisol. Perlu diketahui, Hormon Kortisol ini biasa dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stres, depresi atau tidak.Untungnya, kata Sholeh, Stres Bisa Dikelola. Dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengan cara edukatif atau dengan cara Teknis Relaksasi atau Perenungan/Tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). "Nah, shalat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural", jelas Sholeh dalam disertasinya berjudul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik.Tahajjud harus secara Ikhlas & KontinyuNamun pada saat yang sama, shalat tahajjud pun Bisa Mendatangkan Stres, terutama bila Tidak Dilaksanakan Secara Ikhlas dan Kontinyu. "Jika tidak dilaksanakan dengan ikhlas, bakal terjadi kegagalan dalam menjaga homeostasis atau daya adaptasi terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel yang normal, tetapi jika dijalankan dengan ikhlas dan kontinyu akan sebaliknya", katanya kepada Republika.Dengan begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi sangat penting. Selama ini banyak kiai, dan intelektual berpendapat bahwa ikhlas adalah persoalan mental-psikis. Artinya, hanya Allah swt yang mengetahui dan mustahil dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun lewat penelitiannya, Sholeh berpendapat lain.Ia yakin, secara medis, ikhlas yang dipandang sebagai sesuatu yang misteri itu bisa dibuktikan secara kuantitatif melalui indikator sekresi hormon kortisol. "Keikhlasan Anda dalam shalat tahajjud dapat dimonitor lewat irama sirkadian, terutama pada sekresi hormon kortisolnya", kata pria yang meraih gelar doktor pada bidang psikoneoroimunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.Dijelaskan Sholeh, jika ada seseorang yang merasakan sakit setelah menjalankan shalat tahajjud, besar kemungkinan itu berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas, sehingga gagal terhadap perubahan irama sirkadian tersebut. Gangguan adaptasi itu tercermin pada sekresi kortisol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari. Apabila sekresi kortisol tetap tinggi, maka produksi respon imunologik akan menurun sehingga berakibat munculnya gangguan kesehatan pada tubuh seseorang. Sedangkan sekresi kortisol menurun, maka indikasinya adalah terjadinyaproduksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang. Niat yang tidak ikhlas, kata Sholeh, akan menimbulkan Kekecewaan, Persepsi Negatif, dan Rasa Tertekan. Perasaan negatif dan tertekan itu menjadikan seseorang rentan terhadap serangan stres.Dalam kondisi stres yang berkepanjangan yang ditandai dengan tingginya sekresi kortisol, maka hormon kortisol itu akan bertindak sebagai imunosupresif yang menekan proliferasi limfosit yang akan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Karena imunoglobulin tidak terinduksi maka sistem daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena infeksi dan kanker.Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. "Nah, kalau melaksanakan shalat tahajjud dengan ikhlas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal shalat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas)," kata alumni Pesantren Lirboyo Kediri Jatim ini. Menurutnya, shalat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyu, khusuk, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menumbuhkan coping mechanism yang efektif.Sholeh menjelaskan, respon emosional yang positif atau coping mechanism dari pengaruh shalat tahajjud ini berjalan mengalir dalam tubuh dan diterima oleh batang otak. Setelah diformat dengan bahasa otak, kemudian ditrasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni Talamus. Kemudian, Talamus menghubungi Hipokampus (pusat memori yang vital untuk mengkoordinasikan segala hal yang diserap indera) untuk mensekresi GABA yang bertugas sebagai pengontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, serotonis dan neurotransmiter yang lain yang memproduksi sekresi kortisol.Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara Talamus-Hipokampus-Amigdala-Prefrontal kiri-kanan, maka Talamus mengontak ke Hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol
keraton solo
Ada yang bilang puteri Solo itu selain cantik juga lemah lembut. Tidak tahu juga, karena sejarah pernah membuktikan sebaliknya. Sri Susuhunan Pakubuwono X pernah mengambil puteri Hamengku Buwono VII untuk dijadikan istri - garwa padmi - permaisuri keraton. Rupanya ini membuat isteri isteri lain tidak berkenan. Entah kenapa bayi yang yang dikandungnya keguguran. Bisik bisik yang tak terungkap, sebuah ‘ operasi rahasia ‘ telah dilakukan untuk menggagalkan keturunannya menjadi putera mahkota.Intrik intrik selalu terjadi di keraton Solo sejak dulu. Perebutan kekuasaan dan kekerasan menjadi catatan sejarah raja raja Mataram dari Solo.
Gubernur Jendral VOC Van Imhoff paling berperan dalam memaksa Paku Bowono II menyerahkan Negara Mataram dalam genggaman tangan penjajah.Keraton Solo juga dianggap kurang nasionalis dan ragu ragu memihak kepada Republik ketika proklamasi. Berbeda dengan Keraton Yogjakarta yang langsung mengambil sikap berdiri dibelakang Negara yang baru lahir ini.Tidak tahu juga apakah ini membuat Solo tidak mendapat status Propinsi daerah Istimewa seperti Yogjakarta. Awalnya setelah proklamasi Solo hanya dijadikan daerah militer Istimewa, dengan gubernur militernya , Wikana. Kemudian jabatan ini dioper ke Kolonel Gatot Soebroto. Sementara jabatan Gubernur militer Jogja dipegang Jend Urip Sumohardjo sebelum diambil alih Sultan Hamengkubuwono IX sendiri.Akhirnya Keraton Solo sepertinya tergerus jaman. Ketika api melahap habis bangunan keraton tahun 1985. Orang berkata, keraton sudah kehilangan wahyunya. Walau soko tiang tetap mendatangkan kayu jati dari hutan keramat donoloyo, tetap tidak membawa aura kerajaan yang pernah berjaya di masa silam.
Keraton Solo hanya lebih terkenal urusan intrik, benda benda sejarahnya yang dijualbelikan, bagi bagi gelar kebangsawanan serta wanita. Konon ada dukun pijat khusus dari daerah Sragen yang khusus melayani sang Raja – yang sudah mangkat – agar tetap jreng dan perkasa.Menyedihkan bahwa keraton Solo tidak dibanggakan oleh rakyatnya sendiri.
Namun mestinya ada juga yang bisa dibanggakan oleh orang orang Solo,bahwa mereka kini memiliki sebuah entitas blogger yang dinamakan Bengawan .Hari ini, ditengah hujan yang rintik rintik seharian, saya datang ke kota Solo untuk menyaksikan hadirnya sebuah komunitas blogger baru. Sejak lama saya memperhatikan banyak tulisan dan gagasan muncul dari blog blog warga Solo.Sejak pertemuan pertama saya dengan teman teman Solo dulu, telah membuat saya percaya bahwa sebuah komunitas blog ini akan membawa suara perubahan identitas daerah dan masyarakatnya.Solo mungkin tak peduli dengan intrik intrik Keratonnya, karena bisa saja Bengawan akan menjadi guardian - pengawal - budaya keraton yang masih tersisa disana.
Dengan dukungan luar biasa dari Sang Wallkota, yang sangat berpikiran progresive dan sadar bahwa blogger bisa menjadi pewartaan tentang Solo sendiri. Blog bisa menyuarakan gagasan kota heritage, kota sejarah dan kota budaya. Sekaligus menjadi antitesis bahwa blogger seperti menjadi menara gading bagi masyarakatnya. Bukan blogger yang terasing dari masyarakatnya.
Perlehelatan di Rumah Dinas Walikota Solo di Loji Gandrung mestinya menjadi saksi keanekaragaman komunitas blog di Indonesia. Biarlah komunitas blog ini tetap dengan identitas daerahnya, pikiran dan gayanya masing masing.
Jika Maia Estianti saja bisa bangga mendapat gelar Kanjeng Masayu dari Sunan PB XIII Hangabehi - Entah jasa apa yang dilakukan oleh penyanyi itu kepada keraton Surakarta. Malam ini, saya bisa lebih bangga melihat komitmen teman teman blogger Solo. Sebuah simbol persaudaraan yang selalu digadang gadangkan para blogger.Siapa tahu gamelan Kyai Guntursari dan Kyai Gunturmadu akan dengan sendirinya berbunyi tanpa ditabuh. Sebuah kerinduan tentang Solo yang besar dan berwibawa.
Gubernur Jendral VOC Van Imhoff paling berperan dalam memaksa Paku Bowono II menyerahkan Negara Mataram dalam genggaman tangan penjajah.Keraton Solo juga dianggap kurang nasionalis dan ragu ragu memihak kepada Republik ketika proklamasi. Berbeda dengan Keraton Yogjakarta yang langsung mengambil sikap berdiri dibelakang Negara yang baru lahir ini.Tidak tahu juga apakah ini membuat Solo tidak mendapat status Propinsi daerah Istimewa seperti Yogjakarta. Awalnya setelah proklamasi Solo hanya dijadikan daerah militer Istimewa, dengan gubernur militernya , Wikana. Kemudian jabatan ini dioper ke Kolonel Gatot Soebroto. Sementara jabatan Gubernur militer Jogja dipegang Jend Urip Sumohardjo sebelum diambil alih Sultan Hamengkubuwono IX sendiri.Akhirnya Keraton Solo sepertinya tergerus jaman. Ketika api melahap habis bangunan keraton tahun 1985. Orang berkata, keraton sudah kehilangan wahyunya. Walau soko tiang tetap mendatangkan kayu jati dari hutan keramat donoloyo, tetap tidak membawa aura kerajaan yang pernah berjaya di masa silam.
Keraton Solo hanya lebih terkenal urusan intrik, benda benda sejarahnya yang dijualbelikan, bagi bagi gelar kebangsawanan serta wanita. Konon ada dukun pijat khusus dari daerah Sragen yang khusus melayani sang Raja – yang sudah mangkat – agar tetap jreng dan perkasa.Menyedihkan bahwa keraton Solo tidak dibanggakan oleh rakyatnya sendiri.
Namun mestinya ada juga yang bisa dibanggakan oleh orang orang Solo,bahwa mereka kini memiliki sebuah entitas blogger yang dinamakan Bengawan .Hari ini, ditengah hujan yang rintik rintik seharian, saya datang ke kota Solo untuk menyaksikan hadirnya sebuah komunitas blogger baru. Sejak lama saya memperhatikan banyak tulisan dan gagasan muncul dari blog blog warga Solo.Sejak pertemuan pertama saya dengan teman teman Solo dulu, telah membuat saya percaya bahwa sebuah komunitas blog ini akan membawa suara perubahan identitas daerah dan masyarakatnya.Solo mungkin tak peduli dengan intrik intrik Keratonnya, karena bisa saja Bengawan akan menjadi guardian - pengawal - budaya keraton yang masih tersisa disana.
Dengan dukungan luar biasa dari Sang Wallkota, yang sangat berpikiran progresive dan sadar bahwa blogger bisa menjadi pewartaan tentang Solo sendiri. Blog bisa menyuarakan gagasan kota heritage, kota sejarah dan kota budaya. Sekaligus menjadi antitesis bahwa blogger seperti menjadi menara gading bagi masyarakatnya. Bukan blogger yang terasing dari masyarakatnya.
Perlehelatan di Rumah Dinas Walikota Solo di Loji Gandrung mestinya menjadi saksi keanekaragaman komunitas blog di Indonesia. Biarlah komunitas blog ini tetap dengan identitas daerahnya, pikiran dan gayanya masing masing.
Jika Maia Estianti saja bisa bangga mendapat gelar Kanjeng Masayu dari Sunan PB XIII Hangabehi - Entah jasa apa yang dilakukan oleh penyanyi itu kepada keraton Surakarta. Malam ini, saya bisa lebih bangga melihat komitmen teman teman blogger Solo. Sebuah simbol persaudaraan yang selalu digadang gadangkan para blogger.Siapa tahu gamelan Kyai Guntursari dan Kyai Gunturmadu akan dengan sendirinya berbunyi tanpa ditabuh. Sebuah kerinduan tentang Solo yang besar dan berwibawa.
Langganan:
Postingan (Atom)