Sabtu, 15 Mei 2010

penemu twitter


Evan Williams: penemu istilah 'Blogger' dan Twitter


. Usianya 37 tahun. Sejarah Internet sudah dua kali menulis namanya dengan tinta emas. Dialah penemu istilah “blogger” sekaligus pencipta situs Blogger.com–yang akhirnya dibeli Google. Dia pula peletak fondasi situs mikroblog, yang cuma mengandalkan komunikasi dengan 140 huruf, yakni Twitter.

Sudah tiga tahun, sejak Williams dan Biz Stone mendirikan Twitter pada 2006, Twitter belum mencetak uang. Tapi itu tak membuatnya panik setitik pun.

“Ini menggelikan,” kata William dengan tawa renyah. “Semua orang bertanya, bisnis macam apa ini.” Tiga tahun bekerja, tiga tahun menyedot perhatian puluhan juta pengguna, tapi mereka tak menghasilkan uang. Kalau orang Betawi melihat bisnis dua lelaki yang tak lulus kuliah itu pasti geleng-geleng dan berkata. “Bahkan jualan kambing bandot pun lebih jelas model bisnisnya.”

Tapi Twitter jelas bukan bisnis ala pedagang kambing akikah. Hari ini memborong kambing, besok atau lusa melegonya. “Mencetak uang bukanlah prioritas tertinggi jika Anda membangun bisnis dengan nilai yang bisa bertahan dalam jangka panjang,” kata William.

Selama tiga tahun berdiri ini, Twitter lebih terlihat sebagai sensasi kultural ketimbang sebuah bisnis. Twitter telah meraih 55 juta pelanggan–lima negara terbanyak penggunanya adalah Amerika Serikat, Inggris, Brasil, Spanyol, dan Indonesia (sungguh mengejutkan!). Mereka berkomunikasi dari urusan remeh-temeh, seperti @sherinamunaf (ini nama akun di Twitter) yang asyik meledek pacarnya @radityadika, sampai urusan gempa di Padang, protes di Iran, dan bantuan untuk banjir di Filipina. Williams dan Stone tak terlihat terburu-buru menyulap situs itu menjadi mesin uang.

Mungkin Williams dan Stone mengikuti jejak Google. Goliath Internet itu selama bertahun-tahun tak jelas model bisnisnya. Memasang iklan baris–betapa kunonya sebenarnya dibandingkan dengan iklan banner ala Yahoo!–selama bertahun-tahun tanpa tujuan yang jelas. Google juga membeli situs blog, Blogger, milik Williams walau tak ada pengiklan yang mau pasang. Sebelum mereka untung, Google akhirnya meraih kucuran modal ventura sebesar US$ 25 juta (sekitar Rp 235 miliar) pada 1999.

Prestasi Twitter lebih baik daripada Google pada 1999. Saat ini mereka telah mendapat gerojokan modal US$ 100 juta (Rp 940 miliar). Para pemodal itu ternyata juga tak kalah “gendeng”. Mereka tak meminta Twitter segera untung. “Saya lebih tertarik memikirkan bagaimana kami meraih 100 juta atau lebih pelanggan ketimbang berpikir cara mendapatkan uang,” kata Fred Wilson, pemilik Union Square Ventura, sekaligus pendukung pertama Twitter. Wow, betapa nikmatnya.

Mengapa di Indonesia tak banyak orang “gendeng” yang berani membiayai inventor-inventor belia seperti di Negeri Abang Sam sono, ya? Seandainya di Indonesia ada orang seperti Fred Wilson ataupun pemodal-pemodal yang membiayai Bill Gates atau Steve Jobs, Indonesia tak akan cuma jadi “target pasar” inovasi seperti Microsoft, Facebook, dan Twitter. Situs koprol.com mungkin bisa seterkenal Twitter. Pesta Blogger 2009 akan penuh anak-anak muda dengan otak brilian.

manfaat coklat

Kalbefarma - Satu alasan lagi untuk menyukai cokelat baru-baru ini diungkapkan oleh sekelompok ilmuan dari Britain's University of Nottingham School. Mereka mengungkapkan bahwa satu jenis formulasi kokoa tertentu dapat meningkatkan fungsi otak dan memperlambat penurunan fungsi otak pada para lanjut usia.

Berbicara di dalam pertemuan tahunan American Assosiation for The Advancement of Science di San Fransisko, para ilmuan tersebut memperesentasikan hasil dari penelitian sebelumnya yang menguji efek flavanol terhadap otak. Flavanol adalah suatu zat yang terkandung dalam kokoa.

Penelitian ini didanai oleh salah satu produsen permen cokelat terkenal yang menyediakan larutan kokoa cair berformulasi khusus untuk penelitian tersebut. Dan hasilnya menunjukkan bahwa flavanoid dapat meningkatkan aliran darah ke otak sehingga diduga dapat berperan dalam memperbaiki kerusakan pembuluh darah.

Dalam penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, uju klinis yang dilakukan terhadap flavanoid juga menunjukkan bahwa zat tersebut bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Dalam penelitian terkini, Ian Macdonald memimpin sebuah penelitian dengan menggunakan pemindaian otak pada wanita muda yang sehat untuk mengetahui apakah kokoa yang banyak mengandung flavanoid dapat meningkatkan fungsi kognitif. Partisipan di dalam penelitian tersebut diminta menjalani beberapa tugas yang menantang mental.

Walaupun larutan khusus yang diberikan kepada para partisipan tidak tampak meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalani tantangan tersebut, namun menurut Macdonald terjadi peningkatan aliran darah ke otak selama kurun waktu 2-3 jam.

Ia yakin bahwa peningkatan aliran darah ke otak dapat memberi banyak manfaat bagi orang yang telah memasuki usia dewasa tua dan bagi penderita gangguan fungsi kognitis, misalnya fatigue atau bahkan stroke ringan.

Sebuah penelitian Amerika Serikat yang dilakukan terhadap 50 orang dewasa sehat juga menemukan peningkatan aliran darah ke otak. Dr. Norman Hollenberg dari Harvard Medical School meneliti efek kokoa dan flavanol pada populasi Indian Kuna di Panama.

Namun Dr. Hollenberg mengatakan bahwa walaupun terlihat menjanjikan, masih diperlukan penelitian lain untuk memverifikasi manfaat kokoa terhadap otak,"Satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa hal tersebut benar adalah melalui uji klinis yang besar."

Ia pun meminta agar masyarakat tidak terburu-buru memborong dan mengkonsumsi cokelat yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. "Memang asupan kalori di dalamnya hanya sedikit, namun tetap saja merupakan penambahan kalori. Selama anda melakukan sesuatu yang dapat membakar 100 kalori, maka boleh saja anda mengkonsumsinya."
__________________

thx wat myth05 atas siggy nya
LoVe_ChiKa is offline